SMP 1 Jekulo Maju Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional

Bulan Juli September 2018 ini, sekolah kita sedang sibuk mempersiapkan diri maju menjadi sekolah adiwiyata tingkat nasional. Dengan  segala keterbatasan, terutama keterbatasan luas lahan, kita tetap maju dengan optimis. Mempersiapkan segala persyaratan yang harus dipenuhi jelas sangat melelahkan. Tidak hanya lelah tapi juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Banyak yang harus dibenahi. Secara fisik, kita harus menata ulang taman, memperbaiki  hutan sekolah, green house, hidroponik, pengelolaan sampah, merevitalisasi bank sampah, memperbaiki managemen kantin sekolah, dan kebersihan sekolah secara umum.

Itu baru pekerjaan fisik. Belum yang berkaitan dengan administrasi, yang jumlahnya setumpuk gunung. Ada banyak dokumen yang terdiri atas dokumen yang berupa  foto-foto taman, hutan sekolah, green house, hidroponik, pengelolaan sampah, bank sampah, kantin, kegiataan para siswa, dan lain-lain. Selain itu juga ada  dokumen KTSP, perencanaan pembelajaran semua mata pelajaran harus mengintegrasikan kesadaran lingkungan di dalamnya. Semua dokumen ada standard an kriteria penilaiannya.

Cukupkah sudah? Ternyata belum.

Yang tidak kalah pentingnya adalah membangun pola pikir, kebiasaan hidup, gaya hidup, atau perilaku sehari-hari mengenai hidup bersih dan hidup yang ramah terhadap lingkungan. Membangun mindset semua penghuni sekolah, yakni guru, staf, petugas kebersihan, petugas taman, satpam, penjaga sekolah, siswa, termasuk para orang tua dan tamu.

Kenapa Adiwiyata Penting?

Kenapa sekolah adiwiyata ini penting? Kondisi lingkungan yang semakin memprihatinkan hanya dapat diatasi apabila semua elemen masyarakat tak terkecuali warga sekolah bahu membahu menyelesaikan sumber masalah, dan mencegah terjadinya pelanggaran etika lingkungan. Selain itu, sekolah adalah pusat peradaban.

Pembentukan karakter peduli lingkungan salah satunya ditentukan oleh pendidikan di sekolah. Sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga tempat untuk mencetak pribadi yang peduli akan permasalahan hidup tak terkecuali permasalahan lingkungan. Gerakan sadar lingkungan seperti membuang sampah pada tempatnya, menghemat penggunaan air dan listrik, menerapkan pola hidup sehat dan bersih, menanam dan memelihara tanaman, mengaplikasikan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle), diharapkan dapat berakar dan bertumbuh menjadi kebiasaan lewat pembinaan di sekolah.

Melalui pendidikan, warga sekolah sejatinya dapat menjadi agent of change dan dapat memberikan teladan dalam mengelola lingkungan. Itu yang ingin kita tanamkan pada siswa dan generasi muda. (Jim)

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*